Tuesday, August 28, 2007

Bagaimana Tingkatkan Kesadaran ?

Melanjutkan kajian Manajemen Harmoni yang terdahulu, kita sudah setuju bahwa manusia terpaksa atau tidak , semua merindukan Allah. Sekarang masalahnya bagaimana kita bisa meningkatkan kesadaran itu ? untuk kajian ini saya mengajak anda memanfaatkan perspektif ilmu psikologi modern.

Dalam ilmu psikologi modern dikenal istilah Afirmasi. Afirmasi atau proses pengulangan terus menerus merupakan teknik yang bagus sekali untuk mempengaruhi jiwa manusia. Ibarat suatu kegiatan akan sangat berat pada awal mulanya, tapi bila itu dilakukan secara berulang-ulang akan timbullah sebuah kebiasaan.

Saya mencoba mengkutip dari sebuah Buku Best Seller 7 Habit, saya yakin anda pernah membacanya. Oke kita mulai permainan tebak-tebakan ………3……..2………1

COBA TEBAK SIAPAKAH AKU ?

Aku adalah teman tetapmu
Aku adalah penolongmu yang terbesar
Atau bebanmu yang terberat. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu menuju kegagalan. Aku sepenuhnya tunduk kepada perintahmu. Sebagaian hal yang kaulakukan mungkin sebaiknya kamu serahkan saja kepadaku, aku dapat melakukannya dengan cepat dan tepat.

Aku mudah diatur,-kamu tinggal tegas kepadaku. Tunjukkan kepadaku bagaimana persisnya kamu ingin sesuatu itu dilaksanakan dan setelah beberapa kali belajar aku akan melakukannya dengan otomatis, Aku adalah hamba dari semua insan besar, dan sayangnya, juga hamba dari semua pecundang. Mereka yang besar, telah kujadikan besar Mereka yang gagal, telah kujadikan pecundang.

Aku bukan mesin, walaupun aku bekerja dengan ketepatan seperti mesin ditambah intelejensi manusia. Kamu bisa menjalankan aku demi keuntungan atau demi kehancuran—tak ada bedanya bagiku.

Ambillah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka aku akan meletakkan dunia di kakimu. Kendorlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu.

SIAPAKAH AKU?

AKU ADALAH KEBIASAAN

Intinya apa sih ?? marilah mengingat Allah menjadi kebiasaan kita dengan kata lain, jadikan Dzikir menjadi kebiasaan kita dimanapun kita berada. Lalu bagaimana Dzikir yang baik? Ikuti kajian Manajemen Harmoni selanjutnya ...........

Wednesday, August 22, 2007

TEORI KEBUTUHAN

Parno berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,
"Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..."
Parno menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."
Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?"
Parno menjawab seketika, "Tentu, saya memilih kekayaan."
Hakim membalas sinis, "Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?"
Parno balik bertanya, "Kalau pilihan Anda sendiri?"
Hakim menjawab tegas, "Tentu, saya memilih kebijaksanaan."
Dan Parno menutup, "Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya."


Blogspot Template by Isnaini Dot Com